Kalau ngomongin olahraga Jepang, sumo jelas punya daya tarik yang beda. Para rikishi, sebutan untuk pegulat sumo profesional, bisa punya bobot tubuh lebih dari 150 kilogram, bahkan ada yang mencapai sekitar 200 kilogram. Pusat kehidupan mereka biasanya berada di heya, yaitu tempat latihan sekaligus asrama para pegulat sumo di Jepang. Tapi jangan salah, badan besar mereka bukan sekadar hasil makan banyak tanpa aturan. Ukuran tubuh justru menjadi salah satu modal penting dalam pertandingan karena bobot besar bisa membantu menjaga keseimbangan dan membuat lawan lebih sulit mendorong mereka keluar dari arena.
1. Makan dalam porsi besar jadi bagian dari rutinitas.
Menu utama para rikishi sangat identik dengan chanko-nabe, semacam hot pot berisi berbagai bahan seperti daging, ikan, sayuran, tahu, dan bahan makanan lainnya. Hidangan ini biasanya disantap bersama nasi dalam jumlah besar. Penelitian lama mengenai pola makan pegulat sumo menemukan asupan energi sekitar 4.000–4.500 kalori per hari pada kelompok yang diteliti, sementara penelitian lain melaporkan pola makan pegulat profesional bisa melampaui 5.000 kalori.
2. Mereka nggak cuma makan, tapi juga latihan keras.
Latihan sumo alias keiko mencakup gerakan seperti shiko, teppo, dan matawari. Ada latihan mengangkat kaki tinggi-tinggi, menghantam tiang dengan telapak tangan, sampai latihan kelenturan. Jadi, energi dari makanan nggak cuma disimpan sebagai lemak, tetapi juga digunakan untuk membangun otot dan mendukung aktivitas fisik yang berat.
3. Jadwal makan dan istirahat ikut memainkan peran.
Dalam pola tradisional yang pernah diteliti, pegulat sumo makan dua kali dalam porsi besar dan makan utama dilakukan setelah latihan pagi. Setelah makan, mereka biasanya beristirahat atau tidur siang. Kombinasi asupan kalori tinggi, latihan, dan periode istirahat ini membantu tubuh mempertahankan ukuran besar yang dibutuhkan untuk kompetisi.
4. Berat besar bukan berarti seluruhnya lemak.
Ini bagian yang sering bikin orang salah paham. Studi pada pegulat sumo menunjukkan mereka mempunyai massa bebas lemak yang tinggi, termasuk otot dan jaringan tubuh lainnya. Penelitian pada pegulat sumo perguruan tinggi juga menemukan kelompok dengan bobot lebih dari 115 kg memiliki massa lemak sekaligus massa jaringan bebas lemak yang lebih tinggi dibanding kelompok dengan bobot 85–115 kg.
Kalau dilihat dari sisi ilmiah, tubuh pegulat sumo memang beradaptasi dengan kombinasi unik antara kalori tinggi, latihan intens, ukuran tubuh besar, dan pola aktivitas yang sangat spesifik. Penelitian terbaru pada pegulat sumo junior bahkan menemukan bahwa selama enam bulan, kenaikan berat badan mereka terutama berasal dari peningkatan fat-free mass, sementara massa lemak tidak berubah signifikan. Artinya, latihan rutin ikut mengarahkan sebagian energi untuk membangun jaringan tubuh, bukan cuma menambah lemak. Namun, pola ini tentu bukan contoh diet yang bisa ditiru sembarangan. Kebutuhan tubuh atlet sumo sangat berbeda dari orang biasa, dan penelitian juga menunjukkan ukuran tubuh serta pola makan ekstrem dapat berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan. Jadi, rahasia bobot ratusan kilogram para rikishi sebenarnya bukan cuma “makan banyak”, melainkan kombinasi makan, latihan, istirahat, dan adaptasi tubuh yang dilakukan sebagai bagian dari kehidupan mereka.
Singkatnya, badan besar pegulat sumo bukan muncul dalam semalam. Semua dibentuk lewat rutinitas yang konsisten, dari latihan berat sampai pola makan khas chanko-nabe. Itulah kenapa di balik tubuh raksasa para rikishi ternyata ada sistem yang cukup kompleks.