Kalau biasanya kiper dikenal sebagai orang terakhir yang menjaga gawang, Tom King justru pernah bikin kejutan yang bikin satu stadion melongo. Kiper Newport County itu mencetak gol dari jarak 96,01 meter saat menghadapi Cheltenham Town di Jonny-Rocks Stadium, Cheltenham, Inggris, pada Januari 2021. Uniknya, gol tersebut bukan hasil tendangan bebas atau aksi sengaja menembak gawang lawan. King awalnya cuma melakukan tendangan gawang dari area sendiri. Bola melaju jauh, memantul di dekat kotak penalti Cheltenham, lalu melewati kepala kiper Josh Griffiths dan masuk ke gawang. Guinness World Records kemudian mengesahkan gol tersebut sebagai gol terjauh dalam pertandingan sepak bola kompetitif, mengalahkan rekor Asmir Begovic yang sebelumnya mencapai 91,9 meter.
1. Bukan sekadar soal tendangan keras
Hal pertama yang bikin gol Tom King menarik adalah ternyata kekuatan kaki saja nggak cukup. King memang punya kemampuan melakukan tendangan jauh, tetapi saat kejadian itu ia sebenarnya tidak berniat mencetak gol. Ia mengaku melihat kondisi angin sejak pemanasan dan mencoba memanfaatkannya untuk mengirim bola jauh ke depan.
2. Angin punya peran besar
Cuaca di Cheltenham saat itu cukup berangin. Tiupan angin dari belakang membantu bola tetap melaju lebih jauh dan membuat lintasannya sulit diprediksi. Jadi, bisa dibilang gol tersebut merupakan kombinasi antara teknik, kekuatan, arah bola, kondisi cuaca, dan sedikit keberuntungan.
3. Bola sempat memantul sebelum masuk
Bola tidak langsung terbang lurus sampai gawang. Setelah perjalanan panjang, bola memantul di sekitar area kotak penalti Cheltenham sebelum melambung melewati kiper Josh Griffiths. Pantulan tersebut justru membuat Griffiths makin susah mengantisipasi arah bola.
4. Golnya bahkan jadi rekor dunia
Jarak 96,01 meter bukan sekadar klaim atau perkiraan dari tayangan pertandingan. Guinness World Records mengonfirmasi angka tersebut dan mencatatnya sebagai gol terjauh dalam pertandingan kompetitif. Jadi, momen yang awalnya terlihat seperti tendangan gawang biasa berubah menjadi sejarah sepak bola.
Kalau dilihat dari sisi ilmiah, kejadian seperti ini sebenarnya masuk akal. Bola yang ditendang ke udara dipengaruhi beberapa gaya sekaligus, mulai dari gravitasi, hambatan udara, kecepatan awal bola, sudut tendangan, sampai arah angin. Secara sederhana, semakin tinggi kecepatan awal bola, semakin besar peluang bola menempuh jarak jauh. Tapi ada satu faktor yang sering bikin orang lupa, yaitu angin. Angin dari belakang bisa memberikan efek tambahan terhadap gerak bola sehingga bola mampu membawa momentum lebih jauh dibanding kondisi tanpa angin. Dalam kasus King, kombinasi tendangan dari area enam yard, lintasan bola yang tinggi, tiupan angin, dan pantulan di lapangan menciptakan situasi yang sangat jarang terjadi. Dari sudut pandang urban, ini juga jadi bukti bahwa dalam olahraga, hasil spektakuler nggak selalu lahir dari rencana superrumit. Kadang pemain cuma melakukan hal rutin, lalu kondisi lingkungan ikut bermain dan menghasilkan sesuatu yang nggak disangka-sangka. Bahkan King sendiri mengatakan gol itu bukan sesuatu yang memang ia incar.
Pada akhirnya, gol Tom King jadi contoh bahwa sepak bola memang sering punya momen absurd yang susah direncanakan. 96,01 meter, satu tendangan gawang, bantuan angin, dan sedikit keberuntungan cukup untuk membuat nama seorang kiper masuk buku rekor dunia.